Please update your Flash Player to view content.

 PENGUMUMAN


MASUK SEKOLAH TGL 14/7/2014 S/D 18/7/2014

LIBUR IDUL FITRI TGL 19/7/2014 S/D  5/8/2014

MASUK KEMBALI TGL 6/8/2014

MASUK HARI PERTAMA ACARA HALAL BI HALAL

DISEKOLAH DIMULAI  JAM 6.30 sd SELESAI



1. Menyimpan dan Memakai Obat
Pada saaat tengah malam tidak tertutup kemungkinan anak tiba-tiba demam, terserang diare, atau mengalami muntaber. Dalam hal ini tentunya diperlukan obat untuk menangkal atau mengurangi gejala penyakit. Untuk alas an itulah umumnya orang tua menyediakan obat-obatan di rumah. Tidak dapat disangkal, obat diperlukan dalam keluaraga untuk mengurangi rasa sakit, mencegah pendarahan, bahkan untuk mengusir penyakit. Meskipun demikian, tidak ada orang yang menyangkal bahwa jika digunakan tanpa aturan yang tepat, obat akan membahayakan.
Karenanya, dalam menyediakan obat di rumah harus didukung pengetahuan tentang tata cara penggunaan dan pengaruhnya, terutama bagi kaum ibu yang langsung merawat anak atau keluarga jika ada yang sakit. Ad beberapa ketentuan yang harus diketahui orang tua, antara lain:

a. Perhatikan dan baca label kemasan obat dengan seksama.
b. Hitung jumlah obat yang dibberikan.
c. Tanyakan kepada dokter atau petugas apotek tentang berbagai hal menyangkut obat yang dibeli.
d. Jika diberi resep dokter ada baiknya difotokopi sebagai bahan konsultasi dikemudian hari.
e. Perhatikan aturan waktu minum obat, setelah makan, sebelum makan atau pada malam hari sebelum tidur.
f. Obat dalam dan obat luar memiliki perbedaan yang signifikan. Pisahkan keduanya agaar tidak terjadi kesalahan pemakaian. Obat luar ditandai dengan etiket berwarna biru, sedangkan obat dalam etiket dari apotek berwarna putih.
g. Sediakan lemari obat yang jauh dari jangkauan anak-anak.
h. Perhatikan obat yang harus terus diberikan sampai habis walaupun sakitnya sudah sembuh.
i. Jika gejala menetap, hentikan penggunaan obat, lakukan konsultasi dengan dokter.
j. Tidak membiarkan anggota keluarga lainmenggunakan obat yang bukan peruntukannya. Walaupun mengalami gejala penyakit yang sama, dapat jadi setiap orang memiliki reaksi tubuh berbeda.
k. Beri tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui.
l. Sisa-sisa obat dari resep dokter yang tidak utuh lagi, terutama obat minum, sebaiknya dibuang.
m. Jangan menyimpan obat-obat kadaluarsa.

2. Mengenal Golongan Obat
Ada tiga golongan obat, yakni obat keras, obat bebas terbatas dan obat bebas.
a. Obat Keras
Obat keras hanya dapat dibeli si apotek dengan resep dokter dan dapat diulangi tanpa resep baru jika obat tersebut dinyatakan boleh diulang.obat yang digolongkan jenis ini ditandai dengan lingkaran berwarna merah bergaris tepi khitam dan huruf K berwarna hitam yang ditulis ditengahnya. Pada kemasan tertentu biasanya ditulis juga”harus dengan resep dokter”. Obat keras dikatakan golongan obat daftar G ( berasal dari kataGevaarlijk atau berbahaya) atau obat daftar O (berasal dari kata Opiat atau candu). Obat daftar G antara lain antibiotik, sulfa, antihistamin, hormon dalam bentuk obat suntik. Obat yang masuk golongan daftar O diantaranya morfin, codein, doveri, valium.
b. Obat Bebas Terbatas
Maksud obat bebas terbatas adalah obat untuk penyakit yang pengobatannya dapat dilakukan sendiri oleh pemakai dan tidak dianggap begitu mambahayakan selama mengikiuti peraturan. Obat jenis ini dapat dibeli di apotek atau took obat tanpa resep dokter. Obat bebas terbatas disebut obat-obat daftar W ( berasal dari kata Waarshuwing atau peringatan).Obat jenis ini ditandai dengan lingkaran berwarna dasar biru bergaristepii hitam dan seringdiikuti peringatan "awas obat keras"
c. Obat Bebas
Obat Bebas ditandai denganlingkaran berwarna dasar hijau bergaristepi hitam. Golongan ini dapat dibeli di apotek atau toko obat tanpa resep dokter.


============================== bersambung

Sumber Razz3K untuk Balita,dr. MC.Widjaja

3. Masa Kadaluwarsa
4. Waktu Menghubungi Dokter
5. Memasang Catatan atau Nomor Telepon Penting